Demografi Penduduk

Kondisi Demografis dan Monografi Desa Sumberagung

Perkembangan Kabupaten Boyolali dalam lima tahun terakhir telah menunjukkan perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Boyolali. Keberadaannya saat ini tentunya membuat bangga bagi seluruh warga Boyolali, sehingga tidak merasa malu jika ditanya asal atau domisili oleh orang lain.

Desa Sumberagung memiliki batas wilayah dengan Desa Karangmojo dan Desa Kendel Kecamatan Kemusu di sebelah utara, Desa Sangge di sebelah selatan. Desa Banyuurip di sebelah Barat dan di sebelah timur dengan Desa Andong dan Desa Munggur Kecamatan Andong.   

Desa Sumberagung pada prinsipnya tidak termasuk dalam peta wilayah rawan bencana di Kecamatan Klego. Namun ada beberapa lokasi tebing yang perlu diperhatikan oleh pemerintah desa yaitu:

a.Sebelah barat dukuh Sendangserut ada lokasi yang sangat curam, sehingga sangat rawan longsor karena tebing tersebut sebagai bahu jalan yang menghubungkan Desa Sumberagung dengan Desa Sangge.

b.Sebelah utara dukuh Ngegot ada lokasi  tegalan yang berbatasan dengan Desa Kendel, dengan batas desa sebuah sungai yang cukup besar sehingga sangat rawan dengan banjir bandang maupun longsor yang mengakibatkan terkikisnya lokasi tegalan yang ada disisi sungai tersebut.

Pembagian Wilayah Desa

Luas wilayah Desa 480.7935Ha, yang terbagi menjadi empat belas (14) Dukuh dengan lima (5) RW dan tiga puluh satu (31) RT meliputi:

NO

DUKUH

RW

RT

Ket.

1

Ngegot

01

01, 02, 03, 04, 05

Kadus V

Tempel

06, 07

2

Sumurduren

02

08

Kadus I

Karangpakel

09, 10, 11, 12

3

Selorejo

03

13, 14, 15

Kadus II

Sumber

16, 17

Selorejo Baru

29

4

Sumberjo

 

04

18, 19

 

Kadus III

Sukorejo

20, 21

5

Getas

05

22, 23, 24

Kadus IV

Ngasem

25

Grintingan

26, 30

Sendangserut

27, 28, 31


Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk Desa Sumberagung pada tahun 2013 sebanyak 5911 Jiwa, dengan jumlah penduduk berjensi kelamin laki-laki sejumlah 3006 jiwa dan 2905 penduudk berjenis kelamin perempuan. Dalam bentuk tabel, desa Sumberagung memiliki jumlah penduduk sebagai berikut:

No

Tahun

Kriteria Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

a.

Umur  0 – 4

199

190

389

b.

Umur  5 – 9

238

232

470

c.

Umur  10 – 14

268

254

522

d.

Umur  15 – 19

265

250

515

e.

Umur  20 – 24

288

280

568

f.

Umur  25 – 29

314

307

621

g.

Umur  30 – 34

254

252

506

h.

Umur  35 – 39

212

211

423

i.

Umur  40 – 44

196

188

384

j.

Umur  45 – 49

175

166

341

k.

Umur  50 – 54

163

160

323

l.

Umur  55 – 59

123

118

241

m.

Umur  60 keatas

311

297

608

Jumlah

3006

2905

5911


Penduduk Desa Sumberagung bertempat tinggal di 4 dusun dengan perincian masing-masing penduduk pada setiap dusun sebagai berikut:

Dusun

Jumlah Jiwa

KK

Laki-laki

Perempuan

Total

Ngegot RW 01

322

570

552

1122

Karangpakel RW 02

242

508

508

1016

Sumber/Selorejo RW 03

379

744

721

1465

Sumberejo RW 04

198

369

342

711

Getas RW 05

420

815

782

1597

Jumlah

1561

3006

2905

5911


Penduduk Desa Sumber Agung mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dalam bentuk tabel berikut mata pencaharian penduduk Desa Sumber agung

Petani Pemilik Tanah

998

Petani Penggarap Tanah

112

Buruh Tani

446

Pengusaha Sedang/Besar

5

Pengrajin/Industri Kecil

20

Buruh Industri

354

Buruh Bangunan

320

Buruh Pertambangan

5

Buruh Perkebunan

20

Pedagang

73

Pengangkutan

24

Pegawai Negeri Sipil

39

ABRI

11

Pensiunan (ABRI/PNS)

12


Topografi dan Pertanian

Desa Sumberagung memiliki jenis tanah yang pada umumnya termasuk jenis ALUVIAL,  jenis tanah ini cukup sesuai untuk kegiatan pertanian namun cukup labil, sehingga mengakibatkan banyak jalan di Desa Sumberagung yang cepat rusak.

1.Tanah disebelah barat daya diperbatasan desa Sangge rawan longsor karena tanahnya labil (tanah lempung)

2.Tanah disebelah utara dukuh Ngegot perbatasan dengan Desa Bawu rawan longsor dan erosi karena terdapat sungai besar

Desa Sumberagung memliki karakteristik lingkungan berupa dataran rendah dengan lingkungan basah dan kering. Karakter lingkungan wilayah ini mempengaruhi jenis usaha pertanian tanaman pangan, dengan pengembangan pada lingkungan:

Tanah Basah: Yaitu upaya pengembangan usaha pertanian yang betul-betul modern dengan mengembangkan penggunaan pupuk organic, sehingga Desa Sumberagung mampu memberikan kontribusi terhadap Negara dalam swadaya beras secara nasional.

Tanah Kering: Yaitu sangat Cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan lahan kering, khususnya palawija.

Sedangkan untuk permasalahan lingkungan hidup yang cukup mencolok yaitu dengan keberadaan peternakan Burung Puyuh, yang lokasinya sebagian sangat dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Walaupun selama ini masalah pengaruh polusi (bau) dan lalat masih terkendali, namun yang perlu perhatian khusus dalam pengendaliannya sehingga benar-benar tidak akan mengganggu masyarakat dan lingkungan sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik.

Kondisi Sosial Budaya

Pola sosial yang sekarang berkembang diwilayah Desa Sumberagung adalah kehidupan masyarakat pedesaan, dalam struktur ini budaya dan nilai-nilaii tradisi masih terjaga, Masyarakat diwilayah Desa Sumberagung mempunyai sifat untuk bergotong-royong dan kesetia kawanan yang tinggi. Disamping masyarakat yang dikenal mempunyai kesetiaan, loyal kepada pimpinan baik ditingkat RT,RW, Desa ataupun sampai komunitas tingkat Nasional. dan jiwa semacam itu merupakan bagian peran serta masyarakat dalam pembangunan sehingga hal ini sebagai modal yang besar bagi efisiensi dan produktifitas yang lebih terarah, terencana dan terpadu untuk bersama-sama dalam pelaksanaan pembangunan disegala bidang diwilayah Desa Sumberagung.

Aspek Pemberdayaan masayarakat (Community Empowering), khususnya masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam pengembangan sosial budaya masyarakat. Proses Pemberdayaan Masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap partisipatif masyarakat dalam proses pembangunan. Artinya dalam proses pembangunan ada perubahan Stake holder (pihak yang berkepentingan) dimana aktor utama pembangunan dulunya pemerintah, dan sekarang dikembangkan yang menjadi aktor utama pembangunan adalah masyarakat. Pemerintah harus menjadi fasilitator bagi lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang ada

Berita Terkini