Ahli Tak Harus Bakat
Kamis 18 Mei 2017

Desa Sumberagung selain kaya akan wisata alam dan kuliner juga merupakan desa penghasil peralatan pertanian. Qomari, salah satu pande besi Desa Sumberagung telah lima belas tahun menjalani profesi sebagai pande besiyang telah dipercaya para pelanggan untuk membuat berbagai peralatan pertanian.

Keahliannya Qomari ini bukanlah bakat yang diturunkan dari orang tua namundari pengalamannya bekerja saat usianya masih muda. Sejak usia muda, Qomari bekerja sekaligus belajar membuat peralatan besi selama lima tahun. Usai dirasa cukup, Qomari kemudian memutuskan untuk membuka kios sendiri dengan memnfaatkan pekarangan rumah yang kosong. Bahan utama produksi tak lain adalah berbagai besi bekas yang dibelinya dari para pengepul. Hampir setiap hari Qomari membeli 6000kg besi bekas untuk diolah menjadi sabit, pacul, garpu sawah, dan bendo atau golok. Bermodal api dari saklar dan kompor, setiap harinya, Qomari mampu membuat sedikitnya satu kodi sabitdan lima buah kepala pacul yang dibawa oleh tengkulak ke wilayah Pasar Klego dan Ngandong.

Pacul produksi lelaki enam puluh tahun tersebut dijual dengan harga tiga puluh lima hinga seratus ribu rupiah per biji. Untuk sabit  dipatok antara dua puluh hingga lima puluh ribu rupiah per bijinya. Harga jual bergantung kepada jenis konsumen dan kuantitas barang. Untuk konsumen perseorangan, maka akan dibuatkan dari bahan yang lebih tebal, kualitas lebih tahan banting, dan harga yang lebih mahal. Jika tengkulak sebaliknya.

Ketika memasuki musim tanam maupun musim panen, Qomari melayani hingga sepuluh mata pacul untuk petani perseorangan. Dalam satu bulan,tak kurang meraup omzet hingga satu setengah juta rupiah. Jika bukan musim panen, Qomari hanya menggantungkan nasibnya pada tengkulak-tengkulak yang memasarkan produknya.

Setiap hari Qomari memang menjalankan usahanya di rumah, namun pada hari-hari pasaran, kakek tujuh orang cucu ini biasa membuka usahanya di kios Pasar Klego. Qomari sangat berharap bahwa ke depan usahanya akan semakin maju dengan bantuan modal dan perhatian dari pemerintah desa setempat. Jika Ia mampu mengembangkan usahanya, otomatis akan semakin membuka peluang untuk menjadikan Desa Sumberagung sebagai desa sentraalat pertanian yang besar di Kabupaten Boyolali.

Berita Terkini