Idul Qurban dan Kesalehan Sosial Desa Sumberagung

Sumberagung - Hari raya kurban atau biasa kita sebut Idul Adha yang kita peringati tiap tahun tak bisa terlepas dari kisah Nabi Ibrahim. Pelaksanaan penyembelihan qurban, berkaitan erat dengan peristiwa penyembelihan Ismail oleh ayahnya Ibrahim. Disebutkan dalam Alqur’an, pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi, dia mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Ismail, putera kesayangannya yang merupakan anak semata wayang.

Tatkala Ibrahim akan menyembelih Ismail, Allah menggantikannya dengan seekor binatang (biri-biri). Peristiwa dramatis itu diabadikan oleh Allah dengan perintah menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha sebagai simbol ketaatan, ketulusan, keberanian dan pengabdian yang paripurna kepada Allah.

Selesai sholat Idul Adha yang dilakukan di Masjid Desa, warga sudahberdatangan menuju lokasi penyembelihan hewan kurban. Tak hanya orang tua, anak-anak juga antusias untuk menontonnya. Di desa adalah hal yang biasa penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha menjadi tontonan anak-anak. Orang tua mereka pun tak melarang. Oleh karena itu agak mengejutkan ketika di Jakarta ada yang berpendapat penyembelihan hewan kurban sebaiknya dijauhkan dari anak-anak sekolah karena dikhawatirkan memberi pengalaman yang kurang baik kepada sang anak. Padahal asalkan orang tua dan para pendidik telah berhasil memberikan pemahaman dan pendidikan yang baik pada anak-anak, kekhawatiran tersebut tidak sepantasnya menjadi alasan.

Idul Adha di Desa Sumberagung juga menjadi pertanda bahwa kesalehan sosial masih tampak di Desa Sumberagung. Semoga kesalehan ini tidak berlaku seremonial dan dapat menjadi alat untuk kemajuan Desa Sumberagung

Berita Terkini